okimima

insting

Putri Mau Belajar Merajut

pada Juni 3, 2012

fri12kecil

Di saat waktu senggang mengajar, saya paksakan menyelesaikan rajutan yang belum juga kelar. Kepinginnya selesai cepat, tapi kalau dilihat dari polanya bakal makan waktu lama. Ini taplak meja ruang tamu  persegi panjang dengan motif mawar. Kalau perajut lain selesai dalam waktu 1-2 hari, saya bisa 2 minggu. Yang namanya saya, ga pernah kepikiran (baca: dipikirin) ending-nya seperti apa yang penting go dulu, urusan menyelesaikan itu belakangan.

Jam 10 pagi itu saya tidak ada jadwal murid. Seperti biasa, ada saja murid yang datang tidak sesuai jadwalnya. Kalau murid lain ga masalah, tapi ini seorang murid yang heboh, centil aktif, supel, dan mau tau aja urusan orang. Namanya Putri, 6 tahun.

“Kakak lagi apa? Itu apa kak? Kakak ga ada murid? Kok gini kak? kok gitu????”, banyaknya tanda tanya Putri.

Spontan saya masukkan ke dalam tas kecil dan “Mari kita mulai belajar…”, jawab saya sok bersahaja.

Si Putri belum puas dengan apa yang dilihatnya. “Aku ga mau belajar, aku mau liat dulu yang tadi kakak buat!”

“Iya nanti kalau sudah belajar kakak kasih”

Putri menurut dan benar sekali dia hafal dengan janji saya. Setelah belajar, tagihan merajut pun dimulai. Ramalan saya dia minta dibuatkan ini itu…. Tapi dugaan itu salah. Putri minta diajari rajut sampai bisa. Awalnya saya suntuk juga. Menurut saya memang ga ada salahnya dia belajar di usia sekarang, tapi dia dan saya harus memulainya dari nol, artinya membuat ring, ring dan ring.

Satu per satu ring dibuat dengan besar. Yang bikin saya gemes, jari-jari kecilnya memegang hakpen sambil memutar – memelintir benang. Pikir saya dia bakalan bosan membuat ring terus-terusan. Chapter  lselanjutnya dia minta belajar membuat bunga. “Bunga yang kayak bros kakak!”

Ampun deh…! Anak satu ini beda. Sampai akhirnya setiap pertemuan belajar dan setelah belajar ada kegiatan merajut dengan Putri selama 15 menit. tidak itu saja, Putri sudah berhasil mengompori temannya supaya belajar rajut seperti dia. Murid rajut saya yang tadinya hanya 1, bertambah menjadi Alya, Azizah, Zahra.

Lama kelamaan dengan marketing berjalannya Putri, saya sangat menikmati murid-murid rajut kecil ini. Sampai saatnya perpisahan belajar dengan Putri (karena telah selesai materi belajar lesnya, bukan rajut). Ayah dan bundanya memberikan kenang-kenangan yang saya ga tau mau ngomong apa. Ini suatu penghormatan dari orangtua murid, yang saya membacanya ……. “Saya tidak bisa disamping anak saya di saat jam kantor, tapi Anda memberikan ilmu diluar apa yang Anda ajarkan terhadap anak saya.”, lebay juga ya hayalan saya.

Lalu orangtua Putri mendoa, “….. & terimakasih banyak Kak Mira, semoga amal kebaikan Kak Mira dibalas oleh Allah SWT. Amin.”

Ternyata ini hikmahnya. Belajar apapun, dengan kondisi ikhlas akan manis rasanya. Itulah kebahagiaan.

Hari ini Putri akan pentas angklung acara sekolahnya. Semoga kamu menikmati setiap tindakanmu, Putri. Terimakasi keluarga Budi A. Utomo.

Salam

Kak Mira

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: